Agus Zainal Arifin

r.i.h.l.a.h

Kirim Barang

3 Comments

Kegiatan kirim barang periode Maret 2007 di Hiroshima ini nampak berbeda dengan kegiatan serupa beberapa periode sebelumnya. Pasalnya para mahasiswa Indonesia yang telah lulus dan hendak kembali ke instansi asalnya di tanah air ini berniat mengantarkan langsung barang-barangnya ke gudang Pelabuhan Kobe.

Seperti diketahui, pihak Kedutaan Besar RI di Jepang memberikan fasilitas pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia, dengan memberikan legalisasi pengiriman barang. Hal ini sangat membantu para lulusan Jepang, sebab buku, komputer, dan alat-alat rumah tangga yang mereka gunakan selama di Jepang biasanya berkualitas bagus. Bila dibuang tentu sayang, sedangkan pengiriman ke tanah air membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Kebetulan ada pihak ekspedisi yang dikoordinir oleh Bpk Lemana Ruswan yang setiap periode menawarkan jasa pengiriman ini melalui armada laut PT Kami Gumi.
㈱上組 阪神国際事業本部 上組ロジスティックセンター(KLC)
PT. Kami Gumi Hanshin Kokusai Jigyo Honbu Kami Gumi Logistic Center (KLC)
神戸市中央区港島1丁目3番地 
1-3 Minatojima Chuo-ku Kobe-shi
Beberapa bulan sebelum kepulangan para alumni, beliau mengirimkan email pemberitahuan ke sejumlah PPI mengenai jadwal layanan tersebut. Maka dibentuklah
koordinator2 untuk Sapporo (Hokkaido dskt), Sendai, Saitama, Tsukuba, Niigata, Chiba, Tokyo, Yokohama/Kanagawa, Tochigi, Gunma, Shizuoka, Hokuriku, Nagoya, Gifu, Kyoto, Osaka, Kobe, Tokushima, Okayama, Hiroshima, Fukuoka, Kagoshima, Okinawa, dll.

Untuk 2.4 m3, saya harus membayar 68 ribu yen ditambah ongkos kirim dari Hiroshima ke Pelabuhan Kobe. Pengiriman ke Kobe Port inilah yang saat ini dicoba oleh rekan2 PPI untuk dikerjakan sendiri, dimana sebelumnya selalu menggunakan jasa takyubin / ekspedisi. Dengan menyewa 2 truk, kita bersama2 mengangkut kotak2 seberat 2,2 ton berukuran total 12 m3. Pengangkutan dari masing2 rumah ke dalam truk dibantu sepenuhnya oleh seluruh warga PPI Hiroshima dg bergotong royong. Luar biasa kompak rekan-rekan kita yang senasib sepenanggungan hidup di rantau ini.

Alhamdulillah 4,5 jam perjalanan ke Kobe sangat terbantu oleh GPS pinjaman. Input GPS ini adalah nomor telepon PT yg dituju tadi. Di sana ternyata berkumpul juga mahasiswa2 Indonesia yang dari Kobe sendiri. Mereka mengantar langsung barangnya, karena memang cukup dekat. Ternyata jam 12 adalah jam makan siang, sehingga kami harus menunggu 1 jam, untuk dilayani (dicarikan tempat meletakkan barang). Di sana tersedia beberapa puluh gudang yg saat itu penuh berisi sag2 semen, besi, alat2 elektronik, dll.

Rupanya ukuran karton yang selama ini jadi kendala saya mengepak barang tidaklah terlalu ketat. Terbukti banyak juga karton yang kurang dari 0.06 m3 atau lebih dari 0.1 m3. Sementara saya sangat ketat dalam hal ini, hingga harus membuang dan membeli sejumlah karton dari Nafco, hanya karena ukuran yang tidak pas. Namun demikian, memang ada baiknya ukuran itu dipenuhi sebab untuk memudahkan pengangkutan. Apalagi di sana juga ada sepeda yang ribiarkan teronggok tanpa dibungkus karton. Tentu saja terkena dead space hingga harus membayar lebih.

Alhamdulillah, jam 2 siang, pihak Kami Gumi mengeluarkan traktor kecil untuk menyediakan sejumlah pallet (papan kayu alas barang) di dekat 2 truk kita. Cepat sekali mereka bekerja, dalam waktu beberapa detik saja sekitar 6 pallet sdh tertata rapi. Satu persatu barang dikeluarkan dari truk dan saya coba absen nomor CN-xx/C-yy tiap kardus. kode xx adalah nomor grup, yy adalah nomor karton. Alhamdulillah semua karton telah terpantau masuk semuanya.

Perlu dicatat, agar lain kali, pengirim juga membawa perbekalan makanan, mengingat wilayah pelabuhan tidak seperti di tanah air yang dipenuhi warung makanan. Di sini, pelabuhan relatif sepi, yang bekerja kebanyakan adalah alat2 berat nan otomatis, sehingga tenaga manusia tidak terlalu dieksploitasi. Akibatnya warung makanan juga jarang ditemui.

Alhamdulillah, pulang kembali ke Hiroshima bisa mampir juga di jembatan gabungan (jalur mobil dan densha) terpanjang sedunia, sepanjang 9,4 km, antara pulau Honshu dan Shikoku. Masya Allah, decak kagum tak henti-hentinya melihat begitu megahnya tiang2 penyangga jembatan itu. Bahkan kabel baja yang menopangnya yg bekas potongannya diperlihatkan di pinggir itu, ternyata berdiameter l.k. 1 meter. Sulit membayangkan bagaimana mereka mengulur dari ujung ke ujung. Luar biasa teknologi Jepang.

Demikianlah kisah perjalanan hari Selasa 20 Maret 2007 yang diakhiri jam 8 malam (batas akhir sewa truk) di tempat persewaan mobil Saijo.

Advertisements

3 thoughts on “Kirim Barang

  1. mas, boleh tanya berapa sewa truknya sehari?..kami dgn teman-teman di matsue juga berencana begitu. terima kasih

    • Uut, sewa truk itu tergantung ukuran truknya dan berapa hari kita bawanya. Kurang lebih mungkin 10.000 yen perhari. Sebaiknya datang langsung saja ke dealer di Matsue yang biasanya juga nyewakan mobil.

  2. kami yang di iwate ken apa di sendai aja mas klo mau krim barang, soalnya sendai sktr 2jam dri iwate…klo boleh tau alamat pngriman brg yg disenda….makasih banyak sblmunnya,..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s