Agus Zainal Arifin

r.i.h.l.a.h

Nama Islami di Yellow Pages

Leave a comment

Saya coba membuka yellow pages (halaman kitab kuning) dg topik nama. Siapa tau bermanfaat. Imam Nawawi menyusun sebuah FAQ di kitab beliau yg masyhur, yakni Majmu’ Syarhil Muhadzdzab.
http://feqh.al-islam.com/Display.asp?
Mode=0&MaksamID=3455&Sharh=1&DocID=24&ParagraphID=1277&Diacratic=0

Adakah nama yg sunnat ?
Sayyidina Ibnu Umar RA meriwayatkan, Rasulullah bersabda: Nama yg
paling disukai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.
رَوَى ابْنُ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ { أَحَبُّ الْأَسْمَاءِ إلَى اللَّهِ
عَزَّ وَجَلَّ عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ }
Boleh saja memakai nama nabi dan malaikat Shalawatullah alaihim
ajmain. Misalkan Rasulullah sendiri menamai putranya dg Ibrahim.

Malahan, dlm kitab Hasyiyah Bujairimi Khotib disebutkan hadits:
http://feqh.al-islam.com/Display.asp?
Mode=0&MaksamID=174&DocID=86&ParagraphID=1509&Diacratic=0

رُوِيَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ : ” إذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ أَخْرَجَ اللَّهُ أَهْلَ
التَّوْحِيدِ مِنْ النَّارِ وَأَوَّلُ مَنْ يُخْرَجُ مَنْ وَافَقَ اسْمُهُ اسْمَ نَبِيٍّ ”
Sayyidina Ibnu Abbas meriwayatkan Rasulullah SAW pernah
bersabda “Nanti di hari kiamat, Allah akan mengeluarkan ahli tauhid
dari neraka, dan yg pertama kali dikeluarkan adalah orang yg namanya
seperti nama Nabi”.
Beliau juga meriwayatkan tentang penamaan dg nama Muhammad:
قَالَ : ” إذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ نَادَى مُنَادٍ : أَلَا لِيَقُمْ مَنْ اسْمُهُ مُحَمَّدٌ فَلْيَدْخُلْ
الْجَنَّةَ كَرَامَةً لِنَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Rasulullah SAW bersabda: Ketika hari kiamat akan ada panggilan “Ayo
berdirilah semua yang namanya Muhammad”, kemudian masuk ke surga
dengan berkah karamah (kekeramatan) nama Nabi Muhammad.

Kalau yg makruh?
Nama2 yg mengandung state kebaikan yg ketiadaannya mengisyaratkan
kejelekan, seperti disebutkan dalam hadits ini. Rasullah bersabda
jangan kau namakan anakmu Aflaha/Najiha (lucky, success), Yasaro
(kemudahan/lancar), dan Rabaha (profit). Sebab nanti kalau ada yg
bertanya, “Apa dia ada di sini”, mereka menjawab “gak”.
لِمَا رَوَى سَمُرَةُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُسَمِّيَنَّ غُلَامَك
أَفْلَحَ وَلَا نَجِيحًا وَلَا يَسَارًا وَلَا رَبَاحًا ، فَإِنَّك إذَا قُلْت : أَثَمَّ هُوَ ؟ قَالُوا لَا

Maksudnya, kalau ditanya begini “apa barokah ada di rumahmu?”, “gak
ada”, padahal maksudnya si barokah lagi pergi ke luar. Ini yg
dimaksud masalah.
Juga nama-nama sok, seperti malikul amlak (rajanya segala raja)
adalah haram sbgmn dalam hadits berikut:
أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إنَّ أَخْنَعَ اسْمٍ
عِنْدَ اللَّهِ رَجُلٌ تَسَمَّى مَلِكَ الْأَمْلَاكِ
Sesungguhnya nama yg paling dimurkai di sisi Allah adalah Malikul
Amlak. Imam Bukhari dan Imam Muslimpun juga meriwayatkannya. Juga yg
sekelas dengannya misalkan Hakimul Hukkam, Qadliyal Qudlat, dll.
Yang ini dibahas di kitab Bujairimi tadi.

Terus apa boleh ganti nama?
Nah kalau namanya buruk ya harus diganti, seperti Rasulullah pernah
mengganti nama Ashiyah (tkg maksiat) jadi jamilah (kirei).
لِمَا رَوَى ابْنُ عُمَرَ { أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَيَّرَ اسْمَ عَاصِيَةَ
وَقَالَ : أَنْتِ جَمِيلَةُ }.
Rasulullah juga mengganti nama putranya Abu Usaid jadi Mundzir.
{ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَمَلَ إلَيْهِ أَبُو أُسَيْدٍ ابْنًا لَهُ فَقَالَ : مَا
اسْمُهُ ؟ قَالَ فُلَانٌ قَالَ : لَا . وَلَكِنَّ اسْمَهُ الْمُنْذِرُ }
Zainab binti Abi Salamah itu juga diganti namanya oleh Rasulullah,
sebelumnya Burrah.
زَيْنَبَ بِنْتِ أَبِي سَلَمَةَ قَالَتْ : سُمِّيتُ بُرَّةَ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ سَمُّوهَا زَيْنَبَ
Banyak sekali kejadian penggantian nama ini. Juwairiyah dulu namanya
adalah Burrah juga.
كَانَتْ جَارِيَةٌ اسْمُهَا بُرَّةُ فَحَوَّلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْمَهَا
جُوَيْرِيَةَ . وَكَانَ يَكْرَهُ أَنْ يُقَالَ خَرَجَ مِنْ عِنْدِ بُرَّةَ
Ada juga orang nekat, gak mau diganti namanya oleh Rasulullah SAW,
akibatnya ? mari kita baca hadits ini
جَاءَ إلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : مَا اسْمُك ؟ قَالَ حَزْنٌ قَالَ أَنْتَ
سَهْلٌ قَالَ : لَا أُغَيِّرُ اسْمًا سَمَّانِيهِ أَبِي . قَالَ ابْنُ الْمُسَيِّبِ : فَمَا زَالَتْ
الْحُزُونَةُ فِينَا بَعْدُ
Ada orang datang, ditanyai oleh Rasulullah SAW, “Siapa
namamu”, “haznun (susah)”, “kamu sahl (easy, simple) saja”,”aku gak
mau mengganti nama pemberian ayahku”, Ibnu Musayyab menceritakan
bahwa setelah itu, orang tadi tak henti2nya ditimpa kesusahan. Ini
akibat tidak manut nurut dg perintah Rasulullah, menganggap sepele.
Hmm.. padahal ada juga orang yg menamai anaknya Prihatini, Ribut,
dll. Bgmn yah ngasih taunya?

Ada yg menarik, yakni kebiasaan di Jawa yg memanggil seseorang dg
mengikutkan nama anaknya, misalnya Abahnya Ahmad, Bapaknya Budi,
dst. itu ternyata ya manut Kanjeng Nabi, spt hadits berikut:
وَأَنَّهُ قَالَ لِرَجُلٍ يُكْنَى أَبَا الْحَكَمِ : إنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَاكِمُ فَمَا لَك مِنْ الْوَلَدِ ؟
قَالَ سُرَيْجٌ وَمُسْلِمٌ وَعَبْدُ اللَّهِ . قَالَ : فَمَنْ أَكْبَرُهُمْ ؟ قَالَ سُرَيْجٌ قَالَ فَأَنْتَ أَبُو
سُرَيْجٍ
Seseorang dg nama panggilan Aba Hakam dipanggil “Sesungguhnya Allah
itulah Sang Hakim, begini saja apa kamu punya anak?”, “ya, namanya
Suraij, Muslim, dan Abdullah”, “Siapa yg tertua”, “Suraij”, “Nah
kalau begitu panggilanmu sekarang Abu Suraij yah”.

Kalau nama kampung jelek apa juga perlu diganti?
Ya. Imam Abu Dawud menceritakan Rasulullah pernah mengganti nama
daerah Uqarah (tandus) menjadi Khudroh (ijo royo-royo), Syi’budl
Dlalalah (kesasar) menjadi Syi’bul Huda, banud daniyyah menjadi
banir rusyd.

Apa sampai level haram kalau menciptakan panggilan jelek menyakitkan
seseorang?
Ya. Dalam QS AlHujurat 11, walaa taabazuu bil-alqab, jangan saling
panggil dg sebutan jelek, misalkan hei bodong, penthol, dll. Kalau
belum tau namanya seseorang, Rasulullah SAW biasa memanggilnya dg
Hai Ibnu Abdillah.

Kalau bikin singkatan nama?
Di Indonesia kita sering denger nama spt Hamka (Haji Abdul Malik
Karim Amrullah), Otista (Otto Iskandar Dinata), HOS (Haji Oemar
Said) Cokroaminoto, dll. Boleh saja asal tidak menyakitkan
pemiliknya. Rasulullah suka memanggil Sayyidah Aisyah dg sebutan Aisy, Abu Hurairah dg Aba Hirr, Anjasyah dg Anjasy… (jadi inget Dian Nitami… hehehe… )

Hiroshima, 26 Maret 2005
Wassalam
Agus

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s