Agus Zainal Arifin

r.i.h.l.a.h

Ada yang mengintai terus menerus

Leave a comment

Setiap perbuatan itu akan selalu ada saja yang mengomentari negatif. Kalau istilahnya komputer adalah “by default”. Kalau selalu menuruti cemoohan orang, tak akan ada habisnya. Sayang waktu kita, terbuang untuk meladeni hal yang takperlucum dan takbergun itu.
Contoh kasus yang terdokumentasi dalam “Luqmanul Hakim Wahikmatuhu”. Beliau bersama putranya pergi membawa seekor keledai. Awalnya Pak Luqman yang naik, anaknya jalan. Komentar orang kampung, itu bapak tega amat, anaknya disuruh jalan. Ganti Pak Luqman yang jalan dan anaknya disuruh naik keledai itu. Kometar orang, itu anak durhaka, bapaknya sdh tua disuruh jalan, dia enak-enakan. Begitu keduanya berjalan sambil menuntun keledai, orang berkometar pula, itu orang bodoh, punya kendaraan kok jalan kaki. Akhirnya dicarilah bambu untuk memikul keledai itu berdua. Komentar orang lebih dahsyat lagi, Lihat itu bapak dan anak sama anehnya, keledai kok dipikul.

Ketika seseorang diamanati untuk memimpin sebuah sekolahan, malah lebih aneh lagi. Ketika mati-matian bekerja untuk kepuasan customer yakni mahasiswa, muncullah protes dari para dosen. Bila kepuasan para dosen dan mahasiswa dipenuhi, ributlah pimpinan. Demikian pula bila pimpinan bisa dituruti kehendaknya, akan ada ketidakpuasan lain dari yang lain dan dari yang lainnya lagi. Padahal hakikatnya semuanya sdh dituruti kehendaknya, hanya mereka merasa kurang dan kurang alias tidak ada puasnya. Karena itulah ada pepatah Arab mengatakan:

“Irdlotunnasi Ghoyatun La Tudrok”, Membuat puas semua orang itu adalah tujuan yang tak kan tercapai.

Kalau begitu bagaimana sebaiknya???
Yah kita jalankan saja tugas kita sebagaimana amanat yang kita terima. Sebagai mahasiswa, karyawan, pimpinan, kepala rumah tangga, ibu, pengurus organisasi, dll. Kerjakan semampunya, sekuat tenaga. Penilaian cukup sebagai masukan saja, kalau baik ya dilakoni, kalau jelek yah ditampung…. untuk terus dibuang… 🙂
Jangan sampai dipikirkan terlalu serius.
Jangan kuatir, ada Yang menilai kita secara langsung, siapakah itu?
QS9:105 mengatakan “I’maluu fasayarallahu amalakum warasuluhu walmu’minun” Bekerjalah (beramallah), nanti Allah SWT yang akan menilaimu, selanjutnya Rasulullah SAW juga akan menilaimu, Orang Mukmininpun kelak akan menilai (hasil pekerjaanmu itu).
Jangankan yang masih hidup, mbah-mbah buyut, leluhur kita yang sdh wafatpun akan dikabari oleh Allah SWT mengenai kelakuan kita sehari2, sehingga kadang mereka bergembira bila melihatnya. Tapi bila melihat yang jelek, justru malah berdoa. Haaaaaaaah orang mati berdoa untuk orang hidup, apa pula ini? Ya entahlah, itu memang fakta, coba perhatikan pidato Rasulullah SAW tentang hal itu:

قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَآله وَسَلَّمَ ” إِنَّ أَعْمَالكُمْ تُعْرَض عَلَى أَقْرِبَائِكُمْ وَعَشَائِركُمْ فِي قُبُورهمْ فَإِنْ كَانَ خَيْرًا اِسْتَبْشَرُوا بِهِ وَإِنْ كَانَ غَيْر ذَلِكَ قَالُوا : اللَّهُمَّ أَلْهِمْهُمْ أَنْ يَعْمَلُوا بِطَاعَتِك

“Allahumma alhimhum ay ya’malu bitha atika”. Ahli kubur itu berdoa, Ya Allah ilhamkan mereka untuk berbuat taat kepadaMu. Siapa bilang ahli kubur tidak bisa berdoa untuk yang hidup. Hadits2 senada banyak ditemui dalam tafsir Imam Ibnu Katsir berikut:
http://quran.al-islam.com/Tafseer/DispTafsser.asp?l=arb&taf=KATHEER&nType=1&nSora=9&nAya=105

Ya sudah, mari kita teruskan bekerja, belajar, berikhtiar, dan tidak usah menghiraukan provokator.
Gambatte Kudasai !!!

Hiroshima, 17 Juni 2005

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s