Agus Zainal Arifin

r.i.h.l.a.h

Berterima kasih

Leave a comment

Paling umum itu, kalau sdh lenyap si nikmat, barulah sadar bahwa sebelumnya tadi itu, dia sedang dimanja Tuhan, dengan diberi limpahan nikmat. Sayangnya sadar dan mengaku seperti ini baru muncul setelah si nikmat itu lewat, “getun mburi” istilahnya.

Saat si nikmat itu sedang bertengger, dia lupa bahwa itu pemberian Tuhan, dianggapnya itu hanya akibat kehebatan dia, kecerdasannya berpikir, ketekunannya bekerja, kehati-hatiannya menjaga kesehatan, kepandaiannya cari relasi, dll. Karena itulah Tuhan berfirman: “Waqalilum min ibadiyasy syakur”, jarang sekali hambaKu itu yang mau bersyukur.

Ada tiga domain aplikasi syukur, yakni biljanan (hati), billisan (ucapan), dan bilarkan (tindakan).

1. Biljanan, seperti pertanyaan Nabi Musa AS: “Kaifa syakaraka Adamu Ya Rabb ala ma an’amta alaihi?” Bagaimanakah cara Nabi Adam AS dulu berterima kasih kepadaMu wahai Tuhan?, “Alima anna dzlika minni”, dia mengakui bahwa itu semua dariKu.

2. Billisan, seperti Sabda Rasulullah SAW: “Ma syakarallaha Abdun lam yahmaduhu”, Orang yg belum memuji Allah itu berarti belum berterima kasih.

3. Bilarkan, persis perbuatan Rasulullah SAW ketika ditanya: Penjenengan kan sudah pasti diampuni segala dosa yg lalu dan yang akan datang, lalu mengapa masih tekun beribadah?, beliau menjawab “Afala akunu abdan syakura”, Bukankah justru aku harus berterima kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s