Agus Zainal Arifin

r.i.h.l.a.h

Emansipasi muslimat

Leave a comment

Sawang sinawang, rumput tetangga lebih hijau, adalah ungkapan untuk menunjukkan bahwa nikmat golongan lain “nampaknya” kok lebih banyak.

Sebenernya saya mendukung para muslimah yang getol menyuarakan aspirasi perempuan, emansipasi, kesamaan hak dan kedudukan, dll. Namun dalam beberapa hal sebenernya, justru haknya perempuan itu lebih tinggi. Kata temen saya, yah tentu saja, kan pakai sepatu yang “hak”nya tinggi, hehehe…
Bukan, bukan itu yang saya maksud.
Hak perempuan dalam Islam itu sedemikian tingginya, cuman karena “sawang sinawang” tadi itulah, maka gak nampak. Saya akan berikan beberapa contoh dulu.

Dalam hal waris, nampak bahwa perempuan mendapatkan 1/2 bagian dibanding laki2. Tentu saja semua akan setuju, mengatakan bagian waris perempuan itu sedikit. Benarkah???
Nyatanya, kalau mau dihitung serius, coba duduk yang santai, kita hitung.
Misalkan, ambil contoh gampangan, duit 10 juta itu waris untuk orang laki. Bagian perempuan (tentu saja) 5 juta. Tapi nanti dulu. Yang 10 juta itu musti dinafkahkan untuk sekeluarga (misal anak 2, berarti untuk suami, istri, dan 2 anak, total 4 orang). Ambil rata2 gampangnya saja 2,5 jutaan.
Adapun perempuan, dari duit 5 juta tadi itu, total, semuanya, khusus buat dirinya sendiri. Tidak untuk anak, tidak untuk suami. Belum lagi ditambah yang dari suami, yang 2,5 juta tadi, maka jadilah istri tadi mendapakan 7,5 juta. Sedangkan suaminya cuma 2,5 juta.
Kalau begitu, saya tanya lagi sekarang, banyak mana bagian waris laki dan perempuan?????

Dalam hal ketaatan sekarang.
Istri itu salah satu kunci sorganya adalah taat kepada suami (bukan kepada orang tua atau mertua). Ingat hanya 1 orang yang dia harus taati. Saya tidak membahas kewajibannya suami, Anda pasti tahu ketaatan suami adalah kepada orang tua plus ditambah lagi mertua.
Saya akan membahas berapa yang harus taat kepada istri ini???
Misalkan dia punya 4 anak, maka dia akan diaati oleh 4 anak itu, kalau semua anaknya laki-laki, maka sampai kapanpun dia punya hak diaati 4 orang itu, padahal dia hanya taat ke 1 orang.
Di samping itu, kalau perempuan maksiat, maka di akhirat nanti yang ditanyai adalah suaminya? Jadi kenapa sampai istrinya berbuat salah, ternyata yang disalahkan suaminya dulu.
Malah kalau dia baik, dan mau mensupport suaminya untuk ibadah, maka dia akan masuk sorga duluan (bahkan diriwayatkan 10.000 tahun lebih dulu daripada suaminya).

Sekarang dalam hal mengandung, yang sangat menjadi beban buat sebagian orang.
Tapi nanti dulu, apa perlu dituliskan, semua riwayat hadits tentang pahala khusus buat perempuan yang sedang hamil, sedang nifas, sedang menyusui, bahkan sedang haidl. Ini belum garansi khusus yang berupa syahid. Rasanya email ini pasti akan bisa jadi buku setebal kamus, kalau mencantumkan semua riwayat tersebut.

Kalau begitu…. Fabiayyi alaai rabbikuma tukadzdziban. Maka nikmat Tuhanmu yang mana, yang masih kamu dustakan.

Wassalam
Hiroshima, 2 Agt 2005
Agus

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s