Agus Zainal Arifin

r.i.h.l.a.h

Lelang… ide brilian Kanjeng Nabi

Leave a comment

Sempat muncul pertanyaan lelang itu haram apa halal?

Alhamdulillah, ketika saya mencoba searching dengan keyword Muzayadah (Arabiagonya Lelang) di salah satu perpus elektronik saya, ternyata muncul sekian banyak hadits dan sekian banyak kitab fiqih yang concern dg itu.

Sebagai referensi silahkan membaca hadits Imam Abu Dawud (dan kitab2 hadits lain dengan teks yg sedikit berbeda) seperti yg tercantum di bawah tulisan ini. Dokumentasi oleh Shahabat Anas RA.

Ide lelang itu muncul pada 14 abad yang lalu, yakni ketika Kanjeng Nabi Muhammad SAW kedatangan tamu, seorang shahabat Anshar yang datang untuk meminta.

Disinilah nampak sekali kearifan dan kecerdasan Rasulullah SAW. Beliau tidak menghardik dan tidak pula mendidik jelek. Tapi justru memberikan sebuah ide cemerlang.

Si Anshar tadi ditanya, barang apa yg dipunyainya di rumah. Ternyata dia punya hilsun (kain) yang sebagian untuk selimut dan sebagian untuk alas, serta punya qa’bun (gelas piala) untuk minum air.
Rasulullah SAW bersabda “Bawalah ke sini dua-duanya (kain dan piala)”.
Setelah kedua benda itu tiba, Rasulullah SAW memegang keduanya dengan tangan beliau yang mulia.
Lalu kedua benda itu mulai ditawarkan kepada para shahabat yang hadir. “May yasytari hadzaini? (Siapa yang mau beli ini) ?”.
Salah satu shahabat mengajukan diri “Akhudzhuhuma bidirhamin (saya mau, satu dirham)”.
Ditawarkan lagi ke yang lain “Siapa yang mau menambahi dua (atau tiga) dirham lagi?”.
Shahabat yang lain bilang “Akhudzhuhuma bidirhamain (saya mau, dua dirham)”.

Maka Rasulullah SAW memenangkan penawar terakhir ini, dan menyerahkan duit 2 dirham (mungkin l.k. 2000 yen) itu ke si Anshar dg memberikan advices “Yang satu dirham belikan makanan, lalu berikan kepada keluargamu, dan yang satunya belikan kapak, kalau sudah kamu kesini lagi”.
Tak lama kemudian shahabat Anshar ini kembali, kemudian Rasulullah SAW menggenggam dengan kuat kapak tersebut, sambil bersabda “Sekarang pergilah dan dengan kapak ini kumpulkan kayu bakar sebanyak-banyaknya dan jual kayu itu”. Rasulullah SAW mengatakan akan menunggu selama 15 hari, agar orang ini melaporkan kembali lagi kepada beliau.

Ternyata dalam tempo 15 hari, Anshar tadi berhasil mengumpulkan sekaligus menjual kayu bakar itu hingga mendapatkan uang 10 dirham (mungkin l.k. ichi man yen).
“Sekarang, ini sebagian kamu belikan makanan, dan sebagian lagi belikan pakaian”
“Begini ini lebih baik, daripada gara-gara meminta tadi, kamu corengkan noda di wajahmu, nanti di hari kiamat”.

‏حَدَّثَنَا ‏ ‏عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ ‏ ‏أَخْبَرَنَا ‏ ‏عِيسَى بْنُ يُونُسَ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏الْأَخْضَرِ بْنِ عَجْلَانَ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏أَبِي بَكْرٍ الْحَنَفِيِّ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ‏
‏أَنَّ رَجُلًا مِنْ ‏ ‏الْأَنْصَارِ ‏ ‏أَتَى النَّبِيَّ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏يَسْأَلُهُ فَقَالَ أَمَا فِي بَيْتِكَ شَيْءٌ قَالَ بَلَى ‏ ‏حِلْسٌ ‏ ‏نَلْبَسُ بَعْضَهُ وَنَبْسُطُ بَعْضَهُ ‏ ‏وَقَعْبٌ ‏ ‏نَشْرَبُ فِيهِ مِنْ الْمَاءِ قَالَ ائْتِنِي بِهِمَا قَالَ فَأَتَاهُ بِهِمَا فَأَخَذَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏بِيَدِهِ وَقَالَ مَنْ يَشْتَرِي هَذَيْنِ قَالَ رَجُلٌ أَنَا آخُذُهُمَا بِدِرْهَمٍ قَالَ مَنْ يَزِيدُ عَلَى دِرْهَمٍ مَرَّتَيْنِ ‏ ‏أَوْ ثَلَاثًا ‏ ‏قَالَ رَجُلٌ أَنَا آخُذُهُمَا بِدِرْهَمَيْنِ فَأَعْطَاهُمَا إِيَّاهُ وَأَخَذَ الدِّرْهَمَيْنِ وَأَعْطَاهُمَا الْأَنْصَارِيَّ وَقَالَ اشْتَرِ بِأَحَدِهِمَا طَعَامًا ‏ ‏فَانْبِذْهُ ‏ ‏إِلَى أَهْلِكَ وَاشْتَرِ بِالْآخَرِ ‏ ‏قَدُومًا ‏ ‏فَأْتِنِي بِهِ فَأَتَاهُ بِهِ فَشَدَّ فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏عُودًا بِيَدِهِ ثُمَّ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s