Agus Zainal Arifin

r.i.h.l.a.h

Sanes kulo paklik

6 Comments

Saat saya sampaikan sebuah hadits tentang kelancangan seseorang yang mengecam Kanjeng Nabi kemarin itu… saya jadi menerima banyak sekali komentar dan klarifikasi, hehehe….. Apalagi disabdakan bahwa org tadi bakal punya pengikut πŸ™‚

Persis spt saat Gus Dur pas menyebut inisial ES dulu itu. Puluhan orang dtg minta “perlindungan” termasuk Eggi Sujana. Mereka datang karena merasa ada alibi utk begitu. Buat yg gak punya alibi ya santai aja, walaupun inisialnya ES, spt Endang Susilowati, Erwin Sutrisno, dst… (mboh jenenge sopo iku tak comot). “Sanes kulo paklik” (bukan saya om), begitulah kira2 yg mrk ucapkan.

Sekali lagi buat yg nggak punya alibi pasti gak akan paham “kenapa harus takut ?”.

Ada juga yg “agak ketakutan” tapi pinter nyembunyikan, dia njawab, “yah kita kan perlu introspeksi juga, apa yg Anda lakukan itu mmg berdalil atau gak, bidah atau bkn”. Sangat kentara bahwa dia sendiri masih meragukan validitas ibadahnya itu, benar dari Rasulullah atau bukan. Padahal bertahun2 para ulama mengajarkan ibadah2 itu, dg penuh ketelatenan membukakan berbagai kitab hadits, tafsir, dll. Disebutnya itu perlu introspeksi. Introspeksi yg mana lagi yg dimaksudkan ?

Rasulullah saja disuruhnya introspeksi… Sayyidina Umar saja disuruh introspeksi, apalagi para kiai. Kejengkelannya kepada para Kiai sangat kental dg ditunjukkannya dlm kehidupan sehari2 yg selalu dan selalu berkomentar miring ttg beliau2 Radliallahu anhum. Bayangkan Syekh Abdul Qadir Jailani, yg jadi porosnya seluruh ulama dikomentari negatif, hehehe…
jan luar biasa gak.

Belum lagi menyentuh terawih… menjelang Ramadlan. “Teraweh 20 itu kan terawehnya umar” “Nabi gak gitu kok”, hahaha… ini dia penyakit yg saya maksud termasuk dlm hadits tsb. Padahal seluruh madzhab 4, Imam Hambali, I Hanafi, I Syafii ya semuanya nglakoni 20, hanya Imam Maliki saja yg beda, yakni 36 (bukan 8 des yo….). Lho… sebentar dulu to… kok terus melototi saya kayak begitu…. sebentar jgn terus ini dimasukkan topik khilafiyah lo… itu namanya colong playu. Artinya, sampeyan iku walaupun terawihnya 8, mbok yao, hendaknya, jangan mencela Sayyidina Umarnya to…. apalagi mengecam spt itu. Bayangkan saja, dlm sebuah hadits Rasulullah bersabda,
“Alaikum bisunnati wasunnati khulafaur rasyidina min ba’di”, malah di hadits lain dikhususkan “…. sunnati Abu bakar wa Umara”.

Contoh komentar lain… “Nabi itu kan manusia biasa yg tak lepas dari salah”, nah…iki tunggale…hehehe Ujung2nya pasti “Nabi itu perlu juga dikoreksi, sebab dia itu gak tau kalau bakal ada begini begitu…” “Kita tidak perlu mengkultuskan dia”… hahaha iki yo tunggale pisan…? lha Gusti Allah saja kalau memuji Rasulullah itu sampai setinggi langit kok, bahkan lbh tinggi lagi dari langit… “Innaka la ala khuluqin adhiem” al ayah. “Laqadjaa akum… roufur rohim”. Bahkan rouf dan rahim yg juga asmaul husna, dilabelkan oleh Allah SWT kpd beliau, tentu saja dg level sbg manusia. Makanya di akhir QS AnNur itu ada larangan memanggil Rasulullah dg panggilan yg spt panggilanmu ke sesamamu. Ayo dicari ayatnya…. apa hayo… (hint. : La taj alu dua..)

Walhasil hadits yg kita bahas kmrn itu adalah dari Shahih Bukhari, sebuah kitab yg paling betul di seluruh jagad ini, setelah Al-Quran. Kalau ada Basyiran wa Nadhiran kita dengerin betul. Yang Basyiran (kabar gembira) mari kita berazam bgm caranya bisa meraihnya. Yang Nadhiran (peringatan), mari kita hati-hati betul jangan sampai kesenggol. Biarlah aswaja mbok akoni akon akonono… pek pek en, hehehe…

Bayangan saya, Shohibul aswaja yakni Kanjeng Nabi Muhammad pasti akan tersenyum melihat org yg akon akon aswaja, tapi hatinya berperang dg beliau, masih menjaga jarak, enggak hyaku pasento percaya, dst. Saya ndak mbahas Malaikat Jibril AS, soalnya kalau umpama beliau sampai nawari saya, “Gus (soale jenengku Agus) yok opo nek Fujisan (Gunung Fuji) iku aku lempar ke orang2 sok Islami dw, sing suka ngejek2 Kiai Kiai iku ?”, Insya Allah sulit njawabnya. Dijwb iya, kok sungkan, sebab Rasulullah SAW aja memaafkan, dijwb enggak kok geregetan, hehehe…

Demikian, kurang lebihnya mohon maaf yg sebesar2nya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Agus

Advertisements

6 thoughts on “Sanes kulo paklik

  1. Sekarang di Indonesia memang lagi ramai golongan islam simbolis yang banyak menampilkan simbol2 agama, bahkan melakukan perusakan2 atas nama agama…tulisan bapak ini memang spt mengomentari plus “menjewer” orang2 tersebut yg telah membuat stigma bahwa islam adalah agama kekerasan.Kami tunggu tulisan2 bapak selanjutnya

  2. ehm.. he2.. jd ikut geregetan ama tmn2 yg suka ngukur kedalaman ilmu seorang kiai dengan sejengkal pengetahuan yg dimiliki. Na’udzubillah. Emang betoel, kalo qta geregetan dg tmn2 itu, tepat. kalau saya di tawarin Malaikat Jibril a.s dg tawaran spt itu insyllh sy jwb: jgn Fujisan deh briel.. kacian mereka, gunungan apem saja. khan maknyuss.. πŸ™‚

  3. Waktu SMA, saya pernah diajar sebentar oleh orang-orang yang seperti itu, Pak. Awalnya memang “mengagumkan”. Tapi, kalau kita belajar terus, kok ya jadi lucu mereka ini. Makanya, kita perlu dorong terus agar saudara-saudara kita mau terus belajar, agar tidak terus menjadi muqallid orang-orang yang lebih banyak baca terjemah tapi gayanya kayak lahir di sekitar Mekkah itu:-)

  4. wah, adem pak tulisannya, komunikatif, seneng saya mbacanya. mohon izin untuk saya link ke blogroll saya ya pak. Semoga bisa menjalin silaturrohim. Salam dari Ngawi πŸ™‚

    • Terima kasih Mas. Saya turut senang, semoga dakwah Islamiyah yang dicontohkan Rasulullah SAW dan para wali songo dapat diteruskan oleh kita semua. Sebaliknya mereka yang tak henti2nya memusuhi para kiai dan cuap2 menuduh2 bid’ah di setiap pidatonya, semoga lekas diberi hidayah oleh Allah agar tidak dikumpulkkan dengan Abu Jahal dan abu Lahab.

  5. Assalamu’alaikum wr.wb.

    Saya sebagai Mahasiswa Teknik Informatika ITS…
    sangat bangga sekali mempunyai dosen seperti bapak…

    semoga saya bisa mencontoh bapak…
    amin….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s