Agus Zainal Arifin

r.i.h.l.a.h

Shalat di waktu kemudian

5 Comments

Kemarin2 itu saya nulis di sini ini, terus terang cuman sekedar nukil sana, nukil sini, ndak orisinil blas, asli jiplakan dari kitab2 tafsir atau hadits itu. Tulisan2 ini kan gara2 banyak kaum muslimin yg masuk milis ini niat belajar agama, walaupun ada juga sih yg punya niatan lain, tapi ya sdh biarin aja. Malah kalau niatnya jelek PASTI akan kualat, sdh banyak bukti. Yang bakal marah bukan kita, tapi Gusti Allah SWT, yang PASTI tak akan terima kalau kekasih2Nya dijelek2kan.

Barang siapa memusuhi wali-waliKu berarti menyatakan perang terhadapKu. Org itu tak akan terasa Islamnya terlepas, saking cepatnya lepas, sbgmn melesatnya panah dari busurnya. Walaupun “merasa” surga sdh di tangan, tapi kalau Islamnya sdh “dianggap” lepas oleh Allah SWT, mau menclok di sorga tingkat berapa ?

Amma bakdu, Ada yg saya rasa penting akhir2 ini, yakni masalah shalat yg ditunaikan di waktu kemudian. Ada temen yg bilang, katanya kalau sdh ketinggalan shalat itu sdh gak perlu dibayar. Nah… ini perlu kita ketahui, bahwa ketinggalan shalat itu adalah hutang yg harus dibayar. Hutang pada manusia, haq untuk dibayar, apalagi hutang pada Tuhan.
Imam Bukhari meriwayatkan : “man nama an shalatin au nasiyaha fal yushalli idza dzakaroha”, Siapa yg ketiduran atau kelupaan gak shalat, maka shalatkanlah tatkala sdh ingat.

Sorry, bagi yg shalatnya selalu tepat waktu ya… Ini cmn gara2 ada keluhan :
Kalau musim panas, malam kesumukan, sulit mau tidur, akhirnya bangun kesiangan.
Kalau musim dingin, bangun pagi jadi sulit sekali, kedinginan, jadi bangun kesiangan lagi.
Kok kesiangan terus ? Hehehehe………
Mudah2an kita gak begitulah… waktunya shubuh ya shubuhan.
Ingat ungkapan di atas bukan untuk pembelaan bagi yg suka kesiangan yah…. hehehe

Satu lagi kasus di Jepang ini, yakni kalau naik basu terus densha/kereta pas jamnya shalat, kadang sampai habis waktunya blm nyampai rumah juga. Sementara jaraknya gak sampai jarak dibolehkan jamak qoshor.
Untuk kasus ini, kita musti shalat inside interval waktu shalat itu, namanya shalat li hurmatil waqti, atau shalat hormat waktu. Nah kalau sdh sampai baru kita shalatkan secara tunai. Jadi shalat aja di basu itu sebisanya, terus begitu sampai di apato, baru shalat lagi secara sempurna.
Tapi bagaimanapun juga, mari kita usahakan untuk menyesuaikan jadwal sebisanya. Kalau memungkinkan, di tas kita, isilah kompas dan sajadah tipis, biar mudah kalau harus shalat dimanapun berada.

Wal hasil di kitabnya Imam Nawawi (Al-Aidloh fi manasikil haj wal umrah), diriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW itu tidak pernah sekalipun, shalat wajib di atas kendaraan. Kalau shalat sunnah mmg dibolehkan di atas kendaraan. Tapi kalau s.wajib, Rasulullah SAW selalu turun dulu, baru shalat. Jadi kalau kepepet harus shalat wajib di kendaraan, dan ndak mungkin turun, maka kita pakai hukumnya li hurmatil waqti itu tadi.

Ohya Shalat hormat waktu ini, juga berlaku kalau kita berada di pesawat (ini pesan khusus buat Kang Dahri yg mau mudik, hehehe). Kalau seblm naik pswt bisa shalat, ya syukur. Tapi kalau Garuda jam 11, sampai Denpasar menjelang maghrib, maka di pswt kita musti shalat Dzuhur Ashar jamak qosor kan ? Nah shalat itu adalah shalat hormat waktu tadi, bukan tunai. Kalau sdh sampai di Denpasar silahkan ditunaikan secara sempurna. Ditunaikan asli boleh, qosor boleh. Ini terutama buat yg suka menjamak, saya sendiri suka sekali urusan jimak-menjimak (ups… sorry, porno, hehehe).

Wassalam
Agus

Advertisements

5 thoughts on “Shalat di waktu kemudian

  1. Pak, aku pernah denger…
    Katanya rasulullah pernah menjamak sholat,
    bukan karena hujan dan bukan karena sakit.
    Kalau begitu, boleh menjamak sholat karena keperluan???

  2. Assalamu’alaikum Warah Matullahi wabarakaatuh…
    Pak, bagaimana jika kita lupa jumlah sholat yang sudah kita tinggalkan -misalnya setelah kita sakit cukup lama….-

  3. Nuha, sebisa mungkin keperluan yang kita hadapi jangan sampai melalaikan kita dari shalat. Tapi kalau keperluan itu begitu padatnya dan sepertinya darurat, maka kerjakanlah shalat walaupun “minimalis” (misal gak usah iftitah dan surat, baca wabihamdihnya sekali2 saja, dst). Insya Allah gak sampai 2 menit.

    Rozyee: Cobalah diinget2 berapa jumlah yang di-by-pass waktu itu. Kalau tidak dapat angka pastinya, perkiraan saja. Nah sejumlah itu kita coba cicil bayarnya, barangkali setiap ada waktu luang, langsung berangkat Allahu Akbar sampai salam.

  4. Pak Agus gimana aturannya membayar hutang hutang sholat yng ditinggalkan . Trims

    • Membayar hutang yang kita ingat saja. Jadi hutang shalat yang kita inget pernah ketinggalan itu saja yang dibayar, selebihnya shalat sunnah saja untuk mereplace mana-mana yang lubang tanpa diketahui.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s