Agus Zainal Arifin

r.i.h.l.a.h

Ballighu Anni Walau Ayah

Leave a comment

Adib Machrus
“Ballighu ‘anni walau ayatan” sering diterjemah dengan “sampaikanlah dariku meskipun satu ayat”. Hanya itu, yakni sekadar menyampaikan sebagaimana transfer biasa. Maka tidak terlalu mengherankan, banyak yang asal bunyi tanpa didasari pemahaman mendalam mengenainya. “Yang penting nyampe” diperkuat dalil pendukung “qulil haq walau kana murran (katakanlah kebenaran meskipun pahit)”. Padahal kata “ballighu” tersebut menggunakan shighat mubalaghah (bentukan kata yang memberi makna ‘mempersangat’ atau memperkuat). Artinya, penyampaian tadi harus dilakukan dengan metode yang menghasilkan pemahaman yang benar dan “duduk” secara mapan. Salah satu sifat rasul adalah tabligh, dan beliau diberi sifat “balliigh” (lagi-lagi menggunakan shighat mubalaghat). Disifati demikian itu karena rasul menyampaikan sesuatu dengan sangat jelas mengenai konten dan konteksnya sekaligus. Tak jarang beliau menyesuaikan dengan “takaran” mustami’nya, bilisani qaumihim juga biqadri ‘uqulihim. Jadi, pada tataran praksis, hadis tadi seharusnya diterjemahkan berikut: sampaikanlah dengan cara yang jelas dan hati-hati (agar memberi pemahaman yang kokoh dan benar) pemahamanmu yang kau peroleh dariku walau (hanya) tentang suatu ayat. Wallahu a’lam
Facebook

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s