Agus Zainal Arifin

r.i.h.l.a.h

Bersegera

Leave a comment

* Sebetulnya saat berangkat merantau ke Jakarta untuk S2, saya dulu belum siap hidup mandiri dan belum tahu bakal “diapakan” selama di UI.

* Sebetulnya saat berangkat ke Jepang utk S3, saya dulu belum siap ber”komunikasi” dalam bahasa Inggris (apalagi untuk bahasa Jepang)

* Sebetulnya saat mau menikah, saya dulu juga belum siap pernak-perniknya berumah tangga, termasuk harus “dirapak” di KUA atau harus ngurus KK baru, dll.

* Sebetulnya saat mau punya anak, saya dulu juga belum siap ilmu per-bayi-an, apalagi tentang akte kelahiran atau jenis imunisasi

* Sebetulnya saat berangkat ke Makkah 1996 dulu, saya belum siap dg segala pernik fiqih haji, makanya saya berbekal “sangat banyak” kitab manasik.

Tapi sebagai anak Surabaya, saya sangat biasa mengucapkan incantation:
“Yang Penting Berangkat Dulu, tidak tahu nanti bagaimana’”

Maka sambil berangkat, sambil persiapan.
Sambil menjalani, sambil belajar.

Sebab banyak nasihat mengatakan moment itu sangat penting. Banyak orang kehilangan moment hanya karena “terlalu rumit” persiapannya, terlalu lama menunggu sempurna, dan terlalu minta jaminan tidak akan gagal.

Maka sebaiknya lekas saja ditunaikan planningnya, keburu malam, keburu ngantuk, keburu habis, keburu sibuk, keburu sirna semangat, dan jangan sampai KEBURU AJAL.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s