Agus Zainal Arifin

r.i.h.l.a.h

Shalawat Munjiyat

32 Comments

Pembacaan shalawat secara tegas diperintahkan dalam AlQuran, dan sedemikian banyak hadits telah menceritakan fadlilahnya. Di samping ibadah, shalawat juga berakibat akan lebih mendorong dikabulkannya doa oleh Allah SWT.

Salah satu shahabat yang sudah biasa bershalawat, sempat menanyakan apakah betul shalawat munjiyat, shalawat nariyah, dll sebagai bidah, syirik, ghuluw, dan lain-lain. Hal ini sebagaimana dituduhkan sekte radikal yang marak di tanah air saat ini, aktif sekali memborbardir kaum muslimin dan muslimat dengan tuduhan2 sadisnya itu. Tak ayal lagi yang biasa shalawatanpun jadi ragu dan bertanya-tanya, tentang keabsahan shalawatnya.

Pertanyaan semacam di atas, Subhanallah, ternyata akhir2 ini sering muncul. Saya bertanya2, mengapa shahabat2 saya sampai seperti terintimidasi begitu. Dalam browsing di internet, ternyata betul dugaan saya. Yakni, pastilah yang bertanya tadi baru saja terkontaminasi virus yang ditebar oleh sekte wahabi yang di Indonesia saat ini diikuti dan di-taqlid-i oleh sejumlah ormas dan orpol radikal. Gawatnya virus itu akhir2 ini ditebar begitu banyak di internet. Innalillahi wa inna ilaihi roojiuun.

Tanpa bersusah payah saya menemukan beberapa web page di internet yang mengklaim shalawat nariyah dan shalawat lainnya sebagai bidah, syirik, dan tuduhan2 kejam lainnya.

Mari duduk dengan tenang dan jangan berprasangka buruk kepada ummat Islam. Ingatlah (hadits shahih Imam Bukhari) bahwa Rasulullah SAW pun ketika masih hidup juga pernah dituduh bidah oleh seseorang bernama Abdullah bin Dzil Huwasirah (ADH) yang tentu saja membuat para shahabat geram. Rupanya walaupun si ADH ini ahli ibadah (bahkan luar biasa kuantitas ibadahnya) namun ditetapkan oleh Rasulullah SAW bahwa Islam telah lepas dari dadanya secepat panah lepas dari busurnya. Naudzubillahi min dzalik.
(Artikel “Jangan gentar ejekan orang dalam kita beribadah”).

Jadi saya ingatkan, awas jangan diulangi lagi, menuduh orang Islam yang ibadah dengan sungguh di jalan Allah, justru dituduh bidah, kafir, masuk neraka, dll. Tuduhan itu bisa berbalik dengan cepat, secepat panah. Rasulullah SAW mengancam orang yang suka mengkafirkan orang lain, bahwa bisa-bisa orang itu sendiri yang akan dicap kafir oleh Allah SWT.

Sekarang mari kita analisa Shalawat Munjiyat yg dimaksud itu.
Allahumma shalli wa sallim alaa sayyidina Muhammadin wa ala aali sayyidina Muhammadin shalatan tunajjina biha min jamii’il ahwali wal aafat, wataqdliilana biha jamii’al hajat, dst.

Ya Allah, mohon sampaikan shalawat dan salam kami kepada Nabi Muhammad beserta keluarganya, yang dengan shalawat itu semoga Engkau berkenan menghindarkan kami dari segala mara bahaya, dan semoga dengan shalawat itu Engkau berkenan mengabulkan hajat kami, dst. (permohonan yang serupa)

Nampak tidak ada sedikitpun dari doa ini yang aneh. Tapi bagi sekte fundamentalis, doa ini sdh dianggap pintu murtad. Alasannya Aneh bin ajaib, yakni dianggap bahwa Nabi Muhammad dianggap sebagai Tuhan yang melepaskan orang dari marabahaya.

Bagi yang tidak pernah belajar nahwu (grammar) tentu akan ketakutan dituduh syirik begitu. Apalagi yang menuduh berpenampilan “sangat Islami” dengan jenggot beberapa lembar dan dahi yang hitam. Tidak heran bagi awam akan langsung ketakutan.

Padahal telah jelas di kalimat tersebut, bahwa kata “tunjiina biha min jamiil ahwal” itu memiliki fiil “tunjiina” dan jar-majrur “biha”. “Tunjina” itu dari kata kerja yunjii (menyelamatkan) yang ber-fail (subject) Anta (Engkau), yg tak lain adalah Allah (yg disebut di “Allahumma” tadi). Sedangkan “biha” adalah kata depan bi (dengan) ditambah ha (kata ganti muannats untuk kata shalawat yang sudah jelas muannats). Jadi maknanya adalah “dengan berkah dari membaca shalawat itu, semoga Engkau, Ya Allah, menyelamatkan kami dari marabahaya”.

Nah, dari analisa grammar ini, jelaslah bahwa pelaku (subject) dari “menyelamatkan” itu jelaslah kata “Engkau” (Allah SWT). Untuk itu tidak ada sedikitpun kemurtadan di sana. Justru dengan memohonnya langsung kepada Allah SWT dg diiringi bacaan shalawat itu, akan membuat doa jadi di-ijabahi oleh Allah SWT. Insya Allah dengan analisa ini, seorang muslim tidak akan mudah lagi dipermainkan oleh sekte radikal tersebut.

“Sarana dan tujuan” atau “wasilah dan ghayah”, seringkali tidak bisa dipahami dengan mudah oleh sekte radikal. Entah virus apa yang bercokol di hatinya hingga sedemikian kerasnya tidak mau menerima nasihat. Padahal telah mafhum, bahwa bila orang sakit pergi ke dokter itu, maka yang menyembuhkan adalah Allah SWT dan bukan dokter. Di sana dokter hanya sbg wasilah dan bukan ghoyah. Orang minum mixagrip kemudian flunya sembuh, maka bukanlah mixagrip yang menyembuhkannya, melainkan Allah SWT, dengan memakai perantara (wasilah) mixagrip. Demikian pula dengan shalawat yang menjadi wasilah atas terkabulnya doa oleh Dzat yang kita tuju yakni Allah SWT.

Untuk itu, mari kesampingkan segala ocehan sekte radikal tersebut, tidak usah dibuka websitenya yang penuh racun itu, agar kita semua, ummat Islam selamat di dunia hingga akhirat kelak. Amin ya rabbal aalamiin. Mari perbanyak membaca shalawat dan salam kepada Baginda Rasulullah SAW.

Wassalam.

Hiroshima, 2 Juni 2006
Agus Zainal Arifin

Advertisements

32 thoughts on “Shalawat Munjiyat

  1. artikel yang sangat bermanfaat….

  2. Assalamualaikum,
    Bagus sekali dan sangat bermanfaat pak pembahasannya baik dari segi nahwu dan konteks lainnya.
    memang betul pak , banyak yang sekarang aliran aliran tertentu bicara ttg bidah dll.
    seperti halnya kalo ber ta’ziah ke makan waliyullah juga di sangka syirik,
    padahal syirik atau tidak itu hanya setipis kertas.
    ada yang tidak tahu ttg fiqih tiba tiba men-jugdment sesuatu hal itu salah.
    ya ini lah dunia sekarang ini.
    Terima Kasih atas ilmunya pak

    Wassalamualaikum.

  3. Assalamu’alaikum wr wb

    artikel yang bagus..
    mas..saya ingin bacaan sholawat2 ter sebut secara lengkap…kalo mau cari dimana? atau mas ada file yang bsa di attach ke email saya ( rub1m4n@yahoo.co.id)
    thanks..semoga barokah…

    wassalam..

  4. Assalamu’alaikum wr.wb.
    Segala Puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian ‘alam. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam beserta keluarga dan para sahabat beliau.
    Perkenankan hamba Allah yang bodoh ini urun rembug dalam blog yang mulia ini.
    Bershalawat adalah ibadah yang diperintahkan Allah SWT lepada orang-orang beriman.
    Dasar Shalawat
    QS. Al-Ahzab 33 : 56
    56. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya..

    Pengertian Shalawat
    Berkata Abul-Aliyah bahwa shalawat Allah untuk hambaNya berarti pemberian rahmat, sedangkan shalawat malakat berarti doa dan istighfar (permohonan ampun). Ayat di atas juga menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wata’la memerintahkan hamba-hambaNya agar bershalawat pula untuk beliau serta mengucapkan salam penghormatan kepadanya. –Tafsir Ibnu Katsir 6, hal. 324.

    Ucapan Shalawat
    Dari Kaab bin Ujrah bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam : “Ya Rasulullah, kami telah mengetahui bagaimana cara mengucapkan salam, maka bagaimanakah hendaknya kami mengucapkan shalawat?”. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda : ucapkanlah
    “Ya Allah, curahkanlah rahmat atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah curahkan rahmat itu kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, dan berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana telah Engkau berkat Ibrahim dani keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau maha terpuji dan Maha mulia. (HR.Bukhari) –Tafsir Ibnu Katsir 6, hal. 325.

    Dari Abi Mas’ud r.a. ia berkata : Rasulullah pernah dating kepada kami, yang waktu itu kami sedang duduk-duduk dengan Sa’ad bin ‘Ubadah, lalu Basyir bin Sa’ad berkata kepadanya : “Kami diperintah untuk bershalawat untuk engkau, maka bagaimana kami harus bershalawat untuk engkau?”
    Rasulullah SAW diam sehingga kami merasa lebih senang kalau seandainya Basyir tidak bertanya. Kemudian beliau bersabda : Ucapkanlah :
    (Ya Tuhanku, curahkanlah rahmat atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah curahkan rahmat itu keluarga Ibrahim, dan berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana telah Engkau berkati keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau maha terpuji dan Maha mulia. (HR.Ahmad, Muslim, Nasai dan Tirmidzi)
    –Nailul Author 2, hal. 580
    –Bulughul Maram, hal.138

    Dalam hadits yang lain Rasulullah bersabda : Ucapkanlah :
    (Ya Tuhanku, curahkanlah rahmat atas Muhammad dan ister-isterinya dan keturunannya sebagaimana Engkau telah curahkan rahmat itu keluarga Ibrahim, dan berkatilah Muhammad dan isteri-isterinya dan keturunannya sebagaimana telah Engkau berkati keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau maha terpuji dan Maha mulia. (HR.Ahmad, Bukhory dan Muslim)
    –Nailul Author 2, hal. 582.
    –Tafsir Ibnu Katsir 6, hal. 326.
    –Sahih Bukhari (Abadisul Anbiya) no. 3118.
    –Sahih Muslim (sholat) no. 615
    –Al-Muwatha (Nida’) no. 357.

    Dari Ka’ab bin Ujrah, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda : Ucapkanlah :
    (Ya Tuhanku, curahkanlah rahmat atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah curahkan rahmat itu keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau maha terpuji dan Maha mulia. Ya Allah, berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana telah Engkau berkati Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau maha terpuji dan Maha mulia. (HR.Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasai dan Ibnu Majah)
    –Al-Jami’us Saghir 4, hal.61
    –Sahih Bukhari (Da’awaat) no. 5889.
    –Sahih Muslim (sholat) no. 614.
    –Ahmad (Musnadul Kufiyin) no. 17409.

    Dari uraian di atas dan dari kitab-kitab hadits yang saya miliki saya tidak menemukan bentuk shalawat yang bernama shalawat munjiyat tersebut.
    Oleh karena itu perkenankan saya bertanya :
    1. Siapakah (sahabat, tabi’in, tabi’ittabi’in, ulama, kyai) yang menciptakan shalawat tersebut? Dan di kitab atau buku apa saya bias memperoleh keterangan tentang masalah tersebut?
    2. Saya mendapatkan striker shalawat munjiyat dari seseorang yang rupanya sangat gencar memasyarakatkan shalawat tersebut, di sana terdapat beberapa keutamaan membaca shalawat munjiyat yang begitu banyak. Mohon ditunjukkan dalil-dalil (hadits, pendapat ulama, pendapat kyai, dll.) dan terdapat di kitab apa? Halaman berapa?

    Mohon maap jika uraian dan pertanyaan di atas kurang berkenan.
    Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmatnya kepada kita. Amien.
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

  5. Pada dasarnya sholawat memang terbagi dua, yaitu yang matsuuroh dan yang ghoir matsuuroh. Sholawat Matsuuroh adal sholawat yg redaksinya langsung oleh Nabi SAW, dan yang ghoir matsuuroh yaitu yang dikarang oleh shohabat, tabi’in, auliya, juga para ulama. Maka tidak heran kadang susunannya panjang bahkan tidak sedikit yang susunan bahasanya indah dan mengandung sastra yang tinggi mengekspresikan mahabbah kepada Rasulullah SAW. Salah satunya ya Sholawat Munjiyat ini, yang didalamnya ada do’a do’a kepada ALLOH dengan wasilah / bertawassul dengan sholawat kepada Rasulullah SAW, sebagaimana sepakat ulama ahlussunnah bahwa tawassul memang di bolehkan,(didalam sholawat ini tidak ada permohonan/doa kepada Nabi). Sebagaimana sabda Nabi SAW juga :“Segala macam doa itu ter-hijab (terhalang / tertutup), sehingga diawali dengan pujian kepada ALLOH ‘Azza wa Jalla dan bacaan sholawat kepada Nabi SAW kemudian berdo’a, maka do’a itu diijabahi” (H.R. An-Nasa-i dari Abdullah bin Yasar RA)
    “Bacaan sholawatmu kepadaku itu merupakan pengawal bagi do’amu dan meridlokan Tuhanmu, serta sebagai pembersih amal-amalmu.” (Riwayat Ad-Dailami dari Sayyidina ‘Ali, Karromallohu Wajhah).
    Bersabda Rasululloh SAW : “Barang siapa membaca sholawat kepadaku setiap hari seratus kali, maka ALLOH mendatangkan baginya seratus macam hajat kebutuhannya; yang 70 macam untuk kepentingan akhiratnya, dan yang 30 macam untuk kepentingan di dunianya”. (Dikeluarkan oleh Ibnu Mandah dari Jabir)
    so… saudaraku… perbanyaklah membaca sholawat dan berdo’alah kepada ALLAH SWT untuk segala kebutuhan kita dunia dan akhirat.

  6. Allohummasolli ‘ala syaiyidina Muhammad, wa ‘ala aali syaiyidina Muhammad..

  7. Assalamu’alaikum…

    Alhamdulillah, semoga Allah membalas anda dengan kebaikan atas penjelasan anda di atas…
    benar kalo kita memasukkan kata kunci “sholawat” saja di google, hasil pencarian yg keluar kebanyakan adalah situs2 yg mensyirikkan sholawat nariyah, munjiyyat, badar dsb.. sungguh sayapun termasuk korban pada awalnya, saya sempat ragu untuk membaca sholawat2 tersebut, tapi alhamdulillah setelah saya berkonsultasi dengan seorang teman perasaan ragu itupun hilang… saya pikir doa2 dalam sholawat itu termasuk doa tawasul (mengambil perantara untuk mendekatkan kepada Allah SWT), sesuai dalam firman Allah:

    “Wahai orang-orang yang beriman, taqwalah engkau kepada Allah dan carilah wasilah sebagai jalan yang mendekatkan dirimu kepadaNya dan bermujahadahlah (berjuanglah) pada jalanNya, supaya kamu mendapatkan keberuntungan”. (QS. Al-Maidah[5]:35).

    “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya”. (QS. Al-Baqarah[2]: 154)

    “Bahkan mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mereka diberi rizki”. (QS. Ali Imran[3]: 169)

    Allah Ta’ala berfirman:
    “Dan setelah datang kepada mereka Al-Quran dari Allah yang membenarkanapa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka la’nat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu”. (Q.S. Al-Baqarah[3]: 89)

    Berkata Ibnu ‘Abbas Ra.: Orang-orang Yahudi Khaibar pada masa dahulu memerangi suku Ghathafan, tetapi setiap bertempur, Yahudi menderita kekalahan. Merekapun berlindung dan memanjatkan do’a:
    “Yaa Tuhanku, sesungguhnya kami memohon dengan haq (kebenaran) Nabi yang Ummy, yang dijanjikan kepada kami akan datang kepada kami di akhir zaman, agar Engkau menolong kami mengalahkan mereka (musuh kami)”.
    Setiap bertempur mereka berdo’a seperti ini sehingga akhirnya berhasil mengalahkan suku Gathafan.
    Namun setelah Nabi Muhammad SAW diutus kepada mereka, mereka (orang-orang Yahudi itu) mengingkarinya. Maka turunlah ayat tersebut di atas yang menyebabkan laknat Allah turun atas mereka (orang-orang Yahudi).
    Dalam riwayat lainnya diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim, dari Said atau Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa orang-orang Yahudi Madinah biasa memohon kemenangan terhadap orang-orang Aus dan Khazraj atas nama kedatangan Rasulullah SAW sebelum kebangkitannya. Maka setelah Allah membangkitkannya dari golongan Arab, mereka kafir kepadanya dan membantah apa yang pernah mereka katakan mengenainya. Maka kata Muadz bin Jabal, Bisyr bin Barra, dan Daud bin Salamah kepada mereka: “Hai golongan Yahudi, takutlah kamu kepada Allah dan masuk Islamlah! Bukankah kalian selama ini meminta kedatangan Muhammad untuk membantu kamu terhadap kami, yakni sewaktu kami berada dalam kemusyrikan, kamu katakan bahwa ia akan dibangkitkan bahkan kamu lukiskan sifat-sifatnya!” Jawab Salam bin Misykum: “Ia tidak membawa ciri-ciri yang kami kenal, dan dia bukanlah seperti yang kami sebutkan kepadamu dulu”. Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas.

    • Alhamdulillah, semoga Anda makin rajin melantunkan shalawat. Shalawat apa saja pasti isinya mendoakan Rasulullah SAW dan itu jelas termasuk firman Allah dan hadits Rasulullah SAW yang memerintahkan kita banyak membaca shalawat. Allahumma shalli alaa Sayyidinaa Muhammad.

  8. ASSALAMUALAIKUM WW.
    SAYA MERASA GERAM DENGAN ORANG-ORANG YANG MENGANGGAP SHOLAWAT NARIYAH,MUNJIYAT DAN LAIN-LAIN SEBAGAI BID”AH.SAYA,SYEIKH PUJI, DAN SELURUH KYAI-KYAI SE JAWA TIMUR,MADURA,BANTEN DAN JAWA BARAT BISA MEMPERJUANGKAN ISLAM DI TANAH JAWA KARENA LANTARAN MEMBACA SHOLAWAT INI.BICARA BOLEH TAPI JANGAN ASAL BICARA………!!!!!!
    SEMOGA ALLAH MENGAMPUNI KALIAN YANG MENGANGGAP SHOLAWAT MUNJIYAT SEBAGAI BID’AH.

  9. Alhamdulillah…
    terima kasih mas atas pencerahannya…Subhanallah, banyak sekali saat ini yang merasa paling Islam dengan menyalahkan hal yang telah dilakukan Ulama-ulama terdahulu padahal kalau kita lihat mereka hanya melihat atau mkempelajari sepenggal2, dan itupun dari buku.
    Allahumma shalli wa sallim alaa sayyidina Muhammadin wa ala aali sayyidina Muhammad…

  10. yup, artikel bagus..aku suka!
    tolong donk dibahas juga sholawat nariyah..knp pake ‘bihi’ ga ‘bikha’?
    trus sholawat adrikni, kenapa ke rasulullah bukan Allah?
    trims

    • Terima kasih Mas Anwar. Saya kira biasa saja kalau orang memanggil orang lain untuk minta tolong mendoakannya atau bahkan mengajarinya. Itu bagian dari gaya bahasa, sebagaimana saat ini Mas Anwar minta tolong saya membahas, dan bukan minta tolong langsung kepada Allah SWT, sebagaimana iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin. Itu adalah permintaan majazi dan bukan haqiqi, karena itu silahkan minta tolong ke sesama manusia spt baru saja dilakukan Mas Anwar kepada saya, walau haqiqatnya yang memberi imu tetap Allah SWT. Demikian, mudah-mudahan tidak menimbulkan polemik.

  11. Alhamdulillah, mari bersholawat, ada yang berminat sama sholawat nariyah dan sholawat burdah dlm bentuk mp3 saya punya lho..

  12. alhamdllahirbilalmin,terimakasih.
    wasslm.

  13. Assalamualaikm Wr Wb

    MasyaAllah Subhanallah ,,memang seharusnya kita sebagai seorang muslim tidak mudah menerima dan menolak…marilah kita hidupkan suasana dakwah sebagaimana di zaman Rasullulas SAW yg menjalankan da,wah dengan kelembutan dan mengorbankan harta diri dan waktunya untuk agama

  14. assalamualaikum Wr Wb

    saya juga sangat prihatin dengan adanya orang yang sagat radikal. mari kita selalu bersholawat kepada nabi agar mendapatkan syafaat . di cikarang gudangnya yang sering membidahkan ibadah orang lain ,

    • Saya kira tidak hanya Cikarang Pak. Hari ini sekte pengganggu ibadah tersebut sudah menyebar di seluruh tanah air. Marilah makin tingkatkan kualitas dan kuantitas majelis-majelis shalawat di lingkungan kita. Insya Allah bi idznillah sekte radikal yang memusuhi ummat Islam tersebut cepat atau lambat akan diberi peringatan oleh Allah SWT.

  15. Kadang saya merasa prihatin yg mempertanyakan dasar2 sholawat marilah qta kaji isinya dan manfaatnya, lha wong walisongo penyebar islam di jawa juga slalu memanjatkan sholawat, entah apapun itu judulnya,
    subhanallah……..
    ckckckckck
    memang manusia sekarang sudah teracuni, sholawat di lakoni apik ora di lakoni ya karepe ente, rak perlu ngelek2 ake,

    Allohuma sholi’ala sayyidina Muhammad…..

  16. YS, 221010

  17. assalamualaikum wr wb.

  18. saya pernah mendengar sholawat tunjina dengan ‘bihi’ dan bukan ‘biha’ seperti ‘..alladzi tunjina bihi..’.
    mohon penjelasan karena untuk saya yang bodoh ini.
    terim kasih

  19. Al Hamdulillah , Semoga Sholawat tetap tercurahkan pada Junjungan Kita,
    OK, Artikelnya Mantap Sekali, semoga membawa banyak manfaat bagi yang membacanya

  20. assalamualaikum bang..
    aliran wahabi tu kafir bang, gak ngerti Islam aja udh keminter. kaum-kaum seperti inilah bang yang bakal ngrusak Islam. wes kita doain bareng-bareng ajalah biar mereka dapet hidayah. aamiin..

  21. Orang-orang sekte radikal itu sebaiknya suruh ngaji di pesantren dulu. Islam itu damai, enak dihati, enak dipakai dimasyarakat. kalau mereka menganggap semua bidah itu haram, berarti naik motor itu haram, pakai baju itu haram, makan pakai sendok haram, semua itu dijaman Rosul tidak ada. Mereka sekte radikal kalau dari surabaya ke jakarta suruh naik unta atau jalan kaki aja. buat apa naik bis atau pesawat? pasti dipikiran mereka di pesawat pramugarinya khan semlohai menggoda iman.Wahai kaum sekte radikal yang saat ini anda masih punya pikiran bahwa sholawat itu haram..,saya tegaskan lagi segala sesuatu perlu perantara. Anda sakit jantung/stroke jangan minta tolong dokter. lebih baik minta tolong langsung pada Allah, berdoa angkat tangan kalian tanpa ada perantara ikhtiarnya. Itu cara berfikirnya orang bodoh yang menafsirkan mentah2 al quran dan hadist. Sholawat/sholat itu artinya doa. Para ulama menuangkan dalam bentuk kalimat yang indah sebagai bentuk penghormatan pada Baginda Nabi Muhammmad SAW. Kita ini pada sesama manusia saja ketika kita memanggil orang yang lebih tua, kita pakai Ucapan “Bapak” atau “Ibu”. Kita gak mungkin memanggil orang tua kita dengan menyebut namanya misalkan ; “hai Paimin….!!!( itu jelas tidak mungkin). pasti kita ketika memanggil orang tua kita dengan kalimat/ucapan yang halus..”Bapak” atau “Ibu”. Ini contoh kecil ke sesama manusia. Kalau Rosululloh itu khan Rosul,Nabi akhir zaman, Penghulunya para Nabi, Kekasihnya Allah. Masak kita memanggil beliau “Muhammad”..!! Rosululloh itu gak mungkin suruh kita memanggil Sayyidina..beliau manusia yang tawadhu dan tidak gila hormat. Kitalah yang harus punya inisiatif menghormati beliau. Ya Sayyidi Ya Rosululloh….Allohumma sholli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammad

  22. Simpel saja. Shalawat Munjiyat itu yang mengarang siapa? Di kitab Apa? Bab Berapa? Halaman brp?
    Soalnya kl emang ga ada dasarnya, apa gak sebaiknya baca shalawat yg dah jelas2 dari Rasul. Katanya cinta Rasul. Masa Wahabi yang pengin ngamalin shalawat yg dari Rasul dan membuang shalawat yang nggak jelas sumbernya, dikatakan kafir. Apa gak kebalik tuh.

    • pan tadi udah di jelasin sama sdr bintank…tu komentator no 5. yang penting niatkan sm allah semua ini merupakan rangkaian doa dan harapan kita kepada allah yang di awali dengan sholawat kepadanya…….karna yang haq itu datangnya hanya dari allah sedangkan yang salah itu datangnya dari manusia itu sendiri…..hanya kepada allah lah kembali nya segala niat…….

    • pan tadi udah di jelasin sama sdr bintank…tu komentator no 5. yang penting niatkan sm allah semua ini merupakan rangkaian doa dan harapan kita kepada allah yang di awali dengan sholawat kepada rosulNYA
      …….karna yang haq itu datangnya hanya dari allah sedangkan yang salah itu datangnya dari manusia itu sendiri…..hanya kepada allah lah kembali nya segala niat…….

  23. Assalaamu’alaikum.Wr.Wb.

    Perbedaan tu adalah biasa karena Allah telah menyebutkan dalam Al Qur’an , akan tetapi janganlah terus jadikan perbedaan itu sebagai pemicu terjadinya perpecahan pa lagi sesama umat Islam yg mengakui bahwa Baginda Sayyidina Muhammad saw sbg Rosull-Nya, marilah kita semua umat islam bersatu dengan adanya perbedaan jadikanlah itu sebagai pemersatu. Musuh kita (Umat islam) tu jelas yaitu Syaithon bukan sesama muslim yg mengucapkan Syahadat yg sama.
    Maaf klo dari perkataan saya ada yg ga enak dihati saya hanya orang awam yg sedih klo lihat sesama umat islam saling menjatuhkan/memperolok2, justru hanya akan jadi bahan tertawaan dari umat yang lain.

    Wassalaamu’alaikum.Wr.Wb.

  24. mas… shalawat munjiyat sejarahnya dari mana ya..
    trus siapa yang mempublikasikanya..

  25. Makasih atas pencerahanya yg sngat brmanfaat. Saya sangt setuju jangan sampai para kaum muslimin/muslimat di tanah air ini di cekoki dg pemahaman kaum fundamentalis yg radikal itu, mereka seakan menganggap tak ada jalan untuk berwasilah dan wasilahpun dianggap syirik. Na’udzubillah. Semoga Allah memberi petunjuk trhadap kebodohan mereka memahami Al-Qur’an dan Hadis. Ayo perbanyak baca sholawat. Allahu akbar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s